Perkuat Ketahanan Pangan di Perbatasan, Perempuan LIRA Kalbar Sukses Panen Perdana Bawang Merah di Desa Temajuk
SAMBAS, KALIMANTAN BARAT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan LIRA Kalimantan Barat menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Melalui pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang sebagian besar beranggotakan Perempuan, organisasi ini berhasil melaksanakan panen perdana komoditas bawang merah di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Keberhasilan di Lahan Terbatas
Program penanaman ini dimulai pada 19 November 2025 di atas lahan percontohan. Setelah melalui masa perawatan intensif, proses panen resmi dilakukan pada 3 Februari 2026. Meski baru menggunakan lahan terbatas dan hasil panen belum mencapai titik maksimal, pencapaian ini menjadi bukti bahwa potensi pertanian di wilayah perbatasan sangat menjanjikan.
Ketua DPW Perempuan LIRA Kalimantan Barat, Wahyu Widayati (yang akrab disapa Mami Ayu), menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar tentang hasil tani, melainkan tentang kemandirian ekonomi perempuan di daerah terluar.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Meskipun ini adalah program perdana dengan hasil yang masih perlu dievaluasi, Kelompok Perempuan Tani akan terus bergerak. Kami akan memperluas area tanam pada tahap berikutnya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggota," ujar Mami Ayu.
Dukungan Penuh Pusat
Program strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari tingkat pusat. Ketua Umum DPP Perempuan LIRA, Yunithia Samsudin, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tani hutan adalah pilar penting dalam program kerja organisasi secara nasional.
"Kami mendukung penuh langkah DPW Perempuan LIRA Kalbar. Sinergi antara pendampingan pusat dan aksi nyata di daerah seperti ini adalah kunci untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan," tegas Yunithia.
Rencana Strategis ke Depan
Melihat keberhasilan masa tanam pertama, DPW Perempuan LIRA Kalimantan Barat telah menyiapkan beberapa langkah lanjutan, di antaranya:
* Perluasan Lahan: Meningkatkan skala produksi bawang merah di wilayah Desa Temajuk.
* Pendampingan Teknis: Memberikan edukasi lebih mendalam bersama DPP untuk optimalisasi hasil panen.
* Pemberdayaan Berkelanjutan: Menjadikan Desa Temajuk sebagai role model bagi kelompok tani perempuan di wilayah perbatasan lainnya.
Tentang Perempuan LIRA:
Perempuan LIRA merupakan organisasi sayap dari LIRA yang fokus pada isu-isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengembangan ekonomi kreatif dan sosial di seluruh wilayah Indonesia.(*)


