Dinilai Terlalu Kerap Mengkritik di Sosmed, LIRA Sultra Dorong UB Prioritaskan Pemekaran CDOB
KENDARI – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara mendesak Umar Bonte (UB), yang merupakan legislator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Tenggara, agar lebih memfokuskan energi dan perhatiannya pada perjuangan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) di wilayah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Desakan tersebut menyusul maraknya kritik UB terhadap berbagai kebijakan daerah yang kerap disampaikan melalui media sosial. LIRA Sultra menilai, sikap kritis memang merupakan bagian dari kontrol demokrasi, namun akan jauh lebih berdampak apabila dibarengi dengan langkah-langkah konkret dalam memperjuangkan kepentingan strategis masyarakat Sulawesi Tenggara, salah satunya melalui dorongan pemekaran wilayah atau CDOB.
Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa, ST, dalam keterangannya kepada awak media menegaskan bahwa seorang anggota dewan pada hakikatnya adalah perpanjangan tangan rakyat dan lidah masyarakat. Karena itu, fungsi utama seorang legislator bukan hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memperjuangkan aspirasi rakyat agar benar-benar terwujud dalam kebijakan dan keputusan politik di tingkat pusat.
“Fungsi dan tugas anggota dewan itu jelas, yakni mewakili, menyuarakan, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Anggota dewan adalah perpanjangan tangan masyarakat. Maka sudah sepatutnya energi politik yang dimiliki diarahkan pada agenda-agenda strategis yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, termasuk soal pemekaran daerah atau Calon Daerah Otonomi Baru,” ujar Jefri.
Menurutnya, isu CDOB di Sulawesi Tenggara bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan riil di banyak daerah. Pemekaran wilayah diyakini dapat mempercepat pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal dari pusat pemerintahan kabupaten atau kota induk.
Jefri juga menyampaikan bahwa LIRA Sultra tidak menutup mata terhadap sikap kritis UB. Namun, ia menekankan bahwa kritik seharusnya dibarengi dengan kerja-kerja advokasi yang nyata dan terukur. “Kritik itu penting, tapi rakyat juga menunggu hasil. Salah satu hasil yang bisa diperjuangkan secara serius adalah mendorong terwujudnya CDOB di Sulawesi Tenggara,” katanya.
“Kami meminta Bapak Umar Bonte untuk fokus memperjuangkan Calon Daerah Otonomi Baru di wilayah Sulawesi Tenggara. Ini adalah bagian dari amanah rakyat yang harus diperjuangkan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Jefri.
Lebih lanjut, LIRA Sultra menilai bahwa sebagai senator daerah, UB memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan daerah dengan pemerintah pusat. Peran tersebut seharusnya dimaksimalkan untuk mengawal aspirasi pemekaran wilayah, mulai dari penguatan kajian, komunikasi politik lintas lembaga, hingga memastikan proses administrasi dan politik CDOB berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Dengan nada diplomatis namun tegas, LIRA Sultra berharap UB dapat menempatkan isu CDOB sebagai salah satu prioritas utama perjuangan politiknya. Tujuannya bukan semata-mata untuk kepentingan politik jangka pendek, tetapi demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara lebih merata dan berkeadilan,” Tegas Pemuda Kelahiran Konsel itu.
Sebagai bagian dari komitmen pemberitaan yang berimbang, redaksi menyediakan hak jawab dan hak koreksi bagi pihak terkait yang ingin menanggapi atau mengklarifikasi. Silakan menghubungi redaksi.(*)


