LIRA Sultra Apresiasi Gubernur ASR Telah Melunasi Utang Pemimpin Sebelumnya Sebesar 877 Miliar
SULTRA - Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) yang dinilai berhasil menyelesaikan beban utang daerah warisan pemerintahan sebelumnya.
Gubernur DPW LIRA Sultra, Jefri Rembasa, menyampaikan bahwa langkah pelunasan utang sebesar Rp. 877 miliar tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kesehatan fiskal dan kredibilitas daerah.
“Kami dari LIRA Sultra mengapresiasi Gubernur ASR yang telah melunasi utang pemimpin sebelumnya sebesar 877 miliar rupiah. Ini langkah berani dan berpihak kepada rakyat,” ujar Jefri, Jumat (01/08/2026).
Menurut Jefri, pelunasan utang tersebut akan berdampak langsung pada ruang fiskal pemerintah daerah. Dengan berkurangnya beban utang, APBD bisa lebih fokus digunakan untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Selama ini utang menjadi beban yang menghambat program. Dengan dilunasi, sekarang Pemprov bisa lebih leluasa membangun Sultra tanpa dibayangi cicilan atau bunga pinjaman masa lalu,” lanjutnya.
Jefri juga berharap agar langkah baik ini diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
“Kami juga berharap agar Bupati maupun Walikota Se Sulawesi Tenggara melakukan hal yang sama, bukan malah menambah utang. Jangan sampai beban utang justru diwariskan lagi ke generasi berikutnya,” tegasnya.
Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan efisiensi anggaran, meningkatkan PAD, dan memprioritaskan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Utang sudah lunas di tingkat provinsi. Sekarang saatnya kerja nyata sampai ke kabupaten/kota. Kami mendorong Gubernur ASR dan seluruh bupati/wali kota terus memprioritaskan kepentingan rakyat kecil agar Sultra semakin maju dan sejahtera,” tutup Jefri.
Pelunasan utang tersebut disampaikan oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka pada salah satu agenda pemprov.
“Pada saat saya menjabat sebagai Gubernur, utang kita itu 887 Miliyar dan sekarang itu kalau gak salah ibu Umi (katakan sudah Lunas”. Ujarnya
Coba bayangkan, lanjutnya, Anggaran kita 4 Triliun itu bayar utang 887 miliyar. Yang berhutang siapa? Dan yang bayar siapa. Tapi itu gak apa-apa. Itu bagian dari konsekuensi kita sebagai pemerintah.
“Jadi menurut saya itu ya, harus kita tanggung dan saya merasa bahwa hal itu alhamdulillah saya punya tekad insya Allah pada saat saya selesai saya tidak akan membebani kepada pemerintah daerah”. Tegasnya.(*)


