LIRA dan WCC Malang Dorong Transparansi Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan
MALANG - Pimpinan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang bertemu dengan pendiri sekaligus Ketua Women Crisis Center (WCC) Malang, Sri Wahyunigsih, di kantor WCC Malang pada Jumat (23/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas persoalan kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) oleh seniornya.
Pertemuan itu disampaikan Wiwid, Bupati LIRA Malang saat ditemui wartawan indoindikator.com di sebuah kedai kopi di kawasan Madyopuro, Malang, seusai diskusi Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
“Ya benar, LIRA dan WCC membahas persoalan kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) oleh seniornya sendiri,” ujarnya.
Menurut Wiwied, dalam diskusi tersebut kedua pimpinan lembaga menekankan pentingnya keterbukaan dalam penanganan kasus kekerasan. Mereka mendorong instansi terkait menjalankan penanganan kasus, pendampingan korban, serta upaya pencegahan secara transparan.
Keterbukaan dinilai penting agar tidak muncul dugaan bahwa suatu lembaga berusaha menutup-nutupi persoalan dari publik dengan alasan menjaga nama baik atau citra institusi.
Melalui pertemuan tersebut, LIRA dan WCC Malang sepakat bersinergi untuk mendorong transparansi penanganan kasus serta memperkuat upaya pendampingan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan.(*)