Wali Kota LIRA Padangsidimpuan Kecam Lolosnya Ganja 6,8 Kg di Rutan Salambue
PADANGSIDIMPUAN - Temuan ganja seberat 6,8 kilogram dalam razia gabungan yang digelar aparat kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, pada Jumat (29/05/2026) malam, menuai kecaman keras dari berbagai pihak.
Wali Kota LIRA Padangsidimpuan, Rudy Hartono, menilai peristiwa tersebut sebagai tamparan serius bagi upaya pemberantasan narkotika yang tengah gencar dilakukan di Kota Padangsidimpuan.
Temuan Ganja di Dalam Lapas Kejutkan Publik
Penemuan barang haram tersebut membuat masyarakat terkejut. Pasalnya, lembaga pemasyarakatan yang selama ini dikenal memiliki sistem pengamanan ketat justru diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika dalam jumlah besar.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari publik mengenai bagaimana ganja seberat 6,8 kilogram dapat masuk dan berada di dalam lingkungan lapas tanpa terdeteksi sebelumnya.
Rudy Hartono: Harus Ada Tindakan Tegas
Rudy Hartono menyampaikan kecaman keras terhadap peristiwa tersebut dan meminta pemerintah pusat serta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
"Saya sebagai Wali Kota LIRA sangat mengecam kejadian ini dan meminta Menteri maupun aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat," tegas Rudy.
Menurutnya, keberadaan narkotika dalam jumlah besar di dalam lapas sulit diterima akal sehat tanpa adanya dugaan keterlibatan pihak yang memiliki akses maupun pengaruh di lingkungan pemasyarakatan.
Dugaan Keterlibatan Oknum Harus Diusut Tuntas
Rudy menilai peristiwa tersebut menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan.
Ia menduga adanya oknum yang turut berperan sehingga narkotika dapat lolos dan tersimpan di dalam lapas.
"Ini tidak bisa ditolerir lagi. Masyarakat Padangsidimpuan saat ini sedang gencar mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan masing-masing. Karena itu, kasus ini harus dibuka seterang-terangnya," ujarnya.
Desak Evaluasi Total Pimpinan Lapas
Selain meminta pengusutan menyeluruh, Rudy juga menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap manajemen dan pengawasan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Menurutnya, temuan ganja dalam jumlah besar tersebut merupakan bentuk kegagalan pengawasan yang tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa.
Ia bahkan menegaskan bahwa sanksi terhadap pimpinan lapas harus diberikan secara tegas sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Minta Polisi Tidak Tebang Pilih
Rudy Hartono juga mendesak aparat kepolisian agar bekerja secara profesional dan tidak tebang pilih dalam mengusut kasus tersebut.
Ia berharap seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik dari dalam maupun luar lapas, dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Jangan sampai ada yang dilindungi. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum agar masyarakat melihat bahwa negara benar-benar serius dalam memberantas peredaran narkoba," pungkasnya.(*)


