Perempuan LIRA Fokuskan Program Strategis pada Penguatan Kearifan Lokal
BOGOR - Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Andi Syafrani, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan LIRA periode terbaru.
Prosesi pengukuhan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan sejumlah sayap organisasi LIRA lainnya, termasuk Pemuda LIRA, Jaring Mahali, Lembaga Advokasi dan Hukum, Brigade LIRA, serta Koperasi LIRA Sejahtera.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya Wakil Presiden LIRA Frans Watu dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) LIRA, Ollies Datau.
Dalam sambutannya, Andi Syafrani menegaskan bahwa Perempuan LIRA memiliki peran vital dalam mengawal isu-isu strategis nasional.
"Perempuan LIRA harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak, keadilan sosial, pendidikan, kesehatan, serta pengawasan transparansi kebijakan publik," ujarnya.
Ketua Umum DPP Perempuan LIRA yang baru dilantik, Yunithia Samsudin, memperkenalkan program strategis bertajuk 'Kebudayaan Sebagai Garda Terdepan Pertahanan dan Keamanan Nasional'.
Menurut Yunithia, program ini memposisikan perempuan sebagai 'Jantung Kebudayaan' yang berperan dalam instrumen pertahanan non-militer (soft power) melalui penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Yunithia, yang juga dikenal sebagai Founder Kelola Seniman Nusantara dan tokoh penggerak di Tanah Papua, menekankan 'Filosofi Matahari Terbit' dalam rencana konsolidasi organisasinya. Strategi ini menempatkan wilayah Timur Indonesia sebagai titik awal pergerakan.
"Langkah perjuangan kami dimulai dari Tanah Papua sebagai simbol kebangkitan. Kami ingin membawa cahaya perubahan yang merata dari Timur menuju Barat Nusantara," tegas Yunithia dalam pidato pelantikannya.
Konsolidasi Nasional Pasca pelantikan, DPP Perempuan LIRA menargetkan pengembangan organisasi hingga tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam berbagai bidang strategis guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Struktur kepengurusan baru ini juga diperkuat oleh tokoh-tokoh dari wilayah Timur, di antaranya Sekretaris Jenderal Esther Maitindom (Provinsi Papua), Katarina Mariana Yaas (Majelis Rakyat Papua Selatan), dan Al Maratus Solikah (Anggota DPRP Papua Selatan).
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Perempuan LIRA sebagai ruang perjuangan yang inklusif dan progresif bagi seluruh perempuan Indonesia.(*)


