LIRA

LIRA Sukses Gelar Rakernas II, Perkuat Demokrasi

Laporan: Admin
20 Januari 2026 | 10:00 WIB
Share:
Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II pada 16 hingga 18 Januari 2026 di Bogor

BOGOR -  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II pada 16 hingga 18 Januari 2026 di Bogor. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi ajang penting untuk konsolidasi internal serta mempertegas komitmen LIRA dalam memperjuangkan demokrasi sejati dan kedaulatan rakyat. Tema Rakernas II kali ini, “Ormas dan Pemerintah: Menguatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Nasional”, menjadi titik awal diskusi penting mengenai peran organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan Indonesia.

Rakernas II LIRA juga menjadi momen penting dengan dikukuhkannya seluruh pimpinan pusat Badan Otonom DPP LIRA, seperti DPP Pemuda LIRA, Perempuan LIRA, Koperasi LIRA, Brigade LIRA, LBH LIRA, dan Jaringan Mahali. Pengukuhan ini diharapkan dapat memperluas jaringan LIRA di seluruh Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.

Ketua Pelaksana Rakernas II LIRA, Asep Rohmatullah, menegaskan, “Rakernas II bukan hanya r pertemuan rutin saja, tetapi menjadi momen penting dalam memperkuat jaringan dan sinergi antar pengurus. Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa setiap langkah yang diambil LIRA berfokus pada kepentingan rakyat dan pembangunan yang berkelanjutan.”

Selain rapat dan pengukuhan, kegiatan outbond yang diselenggarakan bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antar pengurus dan anggota LIRA, serta memperkokoh solidaritas dan meningkatkan sinergitas antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIRA dari seluruh penjuru tanah air.

Tokoh-Tokoh Kritis Hadir

Rakernas II juga diwarnai dengan kehadiran sejumlah tokoh penting yang memberikan wawasan berharga terkait isu-isu mutakhir yang dihadapi bangsa. Di antaranya, Ilham Khoiri, wartawan dari Harian Kompas, Adi Prayitno, Pengamat Politik, M. Isnur, Ketua YLBHI, dan Saiful Mujani, Founder SMRC. Kehadiran mereka memperkaya diskusi dan memberikan pandangan tajam mengenai dinamika politik dan sosial yang memengaruhi perjalanan bangsa Indonesia.

Presiden LIRA, Andi Syafrani, dalam sambutannya menekankan, “Kehadiran tokoh-tokoh ini sangat penting bagi kami. Pandangan mereka memberikan perspektif yang lebih luas dan memperkaya pemahaman kami terhadap berbagai isu kritis yang tengah berkembang. Diskusi ini bukan hanya pertukaran ide semata, tetapi sebuah proses untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil LIRA tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan kesejahteraan bangsa.”

Dengan kontribusi yang signifikan dari para tokoh tersebut, diskusi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai berbagai tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa, serta memberi arah yang lebih terarah bagi LIRA dalam menjalankan peran strategisnya dalam memperjuangkan demokrasi sejati.

Peluncuran Buku Saku "Jalan Panjang Perjuangan LIRA"

Rakernas II juga menandai peluncuran buku saku "Jalan Panjang Perjuangan LIRA", yang disusun untuk memberi pemahaman lebih dalam mengenai perjalanan LIRA sejak berdiri, serta komitmennya dalam mengawasi kebijakan, mengkritisi penyimpangan, dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Buku ini menjadi ruang refleksi yang menggambarkan dinamika kebangsaan dan relasi negara dengan rakyat.

Bupati Tolikara, Willem Wandik S. Sos, dalam sambutannya memberikan pesan strategis mengenai pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Ia menekankan bahwa Rakernas II LIRA merupakan ruang penting untuk mengurai paradoks hubungan pusat-daerah dan mencari langkah konkret menuju Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat dari pusat hingga daerah terjauh. “Pembangunan yang adil hanya dapat terwujud apabila ada keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan riil di daerah,” jelas Willem Wandik.

H. Ahmad Ali, Ketua Dewan Pembina LIRA, dalam kata pengantarnya untuk buku tersebut menegaskan pentingnya kontrol sosial yang kuat dan independen dalam memperkuat demokrasi. “LIRA tidak hanya menjadi pengawas, tetapi mitra kritis demokrasi. Negara yang matang justru tumbuh sehat ketika diawasi oleh masyarakat sipil yang sadar, terorganisir, dan berintegritas,” ujar H. Ahmad Ali.

Rakernas II LIRA dan peluncuran buku saku ini menjadi bukti nyata komitmen LIRA dalam memperjuangkan demokrasi dan kedaulatan rakyat, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. Buku saku "Jalan Panjang Perjuangan LIRA" diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan pemantik kesadaran bagi seluruh anggota dan kader LIRA dalam menjalankan visi organisasi ke depan.(*)

Share:
Rekening LIRA
MARS LIRA
AGENDA
Belum ada data, lihat history.
FEED INSTAGRAM
FACEBOOK PAGE
Sejarah LIRA