Menu Seadanya, Program Makan Bergizi Gratis di Gayo Lues Disorot
GAYO LUES - Ambisi besar Pemerintah Pusat untuk mengikis angka (stunting) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berhadapan dengan realitas pahit di akar rumput.
Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pelaksanaan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini menuai kritik tajam setelah ditemukan distribusi paket makanan yang dinilai jauh dari standar kecukupan gizi selama tiga hari terakhir.
M Purba,SH aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Gayo Lues menyoroti paket makanan “kering” yang dibagikan kepada siswa sekolah selama bulan Ramadhan 1447 H. Foto-foto yang beredar menunjukkan kantong plastik berisi roti, telur rebus, segenggam kacang goreng, dan beberapa butir kurma.
Dimana Menu ini dianggap “seadanya” dan tidak mencerminkan investasi besar negara yang mencapai Rp 335 triliun untuk tahun 2026.
“Kita mempertanyakan komitmen vendor dan pengawas di lapangan. Apakah menu kering berarti gizinya boleh kering juga? Tanpa nasi, tanpa sayur, hanya roti dan kacang, ini sangat jauh dari semangat awal Presiden untuk menciptakan generasi unggul,” ujar perwakilan LIRA saat meninjau temuan tersebut, Rabu (25/2/2026).
Temuan di Gayo Lues menjadi alarm bagi pemerintah bahwa pengawasan ketat terhadap vendor adalah harga mati.
Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kualitas makanan yang sampai ke tangan siswa.
Terkait temuan diatas sebelumnya sudah diteruskan ke Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya yaitu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi namun hingga berita ini diterbitkan belum konfirmasi dari pihak terkait.(*)


